Guru Ideal

Posted on November 21, 2011. Filed under: Guru PAI Harus tau |

Guru sebagai sumber daya pendidikan memegang peranan yang sangat strategis dalam proses pembelajaran. Peran penting tersebut terutama dalam membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Disadari bahwa pengelolaan sumber daya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terikat dan dipengaruhi oleh sumber daya lain termasuk perilaku personil yang bertanggung jawab dalam organisasi pendidikan (sekolah). Hampir seluruh kegiatan yang dikelola sekolah selalu berkaitan dengan tenaga guru. Kegiatan pokok sekolah tidak akan berjalan lancar bila tidak didukung oleh tenaga guru yang berkualitas.
Agar guru sebagai aspek sumber daya manusia yang berperan di sekolah dapat berfungsi efektif dan efisien maka perlu dideskripsikan profil guru ideal yang dibutuhkan di sekolah, yang tentunya harus sesuai dengan peraturan yang mengatur tentang persyaratan tenaga guru.
Bagaimana profesional guru itu seharusnya. Profil ideal tersebut meliputi:

1. Memiliki Kompetensi Kepribadian, yaitu kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia, dengan indikator :
(1)Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil.
(2)Memiliki kepribadian yang dewasa.
(3)Memiliki kepribadian yang arif.
(4)Memiliki kepribadian yang berwibawa.
(5)Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan.

2.Memiliki Kompetensi Pedagogik, yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis, dengan indikator sebagai berikut :
(1)Memahami peserta didik.
(2)Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran.
(3)Melaksanakan pembelajaran.
(4)Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran.
(5)Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

3.Memiliki Kompetensi Profesional, merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Indikatornya adalah :
(1)Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi.
(2)Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.

4. Memiliki Kompetensi Sosial, yaitu berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar, dengan indikator :
(1)Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.
(2)Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.
(3)Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Sebagai seorang guru, kompetensi – kompetensi yang telah disebutkan  tidaklah terlalu muluk untuk diwujudkan atau harus terus berusaha dimiliki oleh seorang guru. Sekarang jika kita adalah seorang guru, kita perlu bertanya, sudahkah kompetensi – kompetensi tersebut ada pada kita ?

Kemudian bagaimana Guru ideal menurut Islam?’

Dalam perspektif agama Islam syarat menjadi guru  sangatlah berat.  Menurut KH. Moh. Hasyim Asy’ari, syarat guru ideal  ada 20 macam yaitu:

  1. Selalu istiqomah dan muraqabah kepada Allah dengan melakukan introspeksi untuk perbaikan.
  2. Senantiasa berlaku khauf (takut kepada Allah) dalam segala ucapan dan tindakan.
  3. Senantiasa bersikap tenang.
  4. Senantiasa bersikap wara’, yakni meninggalkan perkara syubhat dan perkara yang tidak bermanfaat.
  5. Selalu bersikap tawadhuk, merendahkan diri dan melembutkan diri terhadap makhluk, atau patuh kepada kebenaran.
  6. Selalu bersikap khusyuk kepada Allah.
  7. Menjadikan Allah sebagai tempat meminta pertolongan dalam segala keadaan.
  8. Tidak menjadikan ilmunya sebagai tangga mencapai keuntungan duniawi, baik jabatan, harta, popularitas, dll.
  9. Tidak diskriminatif terhadap murid.
  10. Bersikap zuhud dalam urusan dunia.
  11. Menjauhkan diri dari tempat-tempat maksiat, menjaga diri dari perbuatan yang tidak terpuji.
  12. Menjauhkan diri dari tempat-tempat yang rendah dan hina menurut manusia, juga hal-hal yang dibenci syariat dan adat setempat.
  13. Berpegang pada kebenaran, amar ma’ruf nahyi munkar.
  14. Menegakkan sunah-sunah dan menghapuskan bid’ah.
  15. Membiasakan diri melakukan sunnah yang bersifat syariat, baik qauliyah atau fi’liyah.
  16. Bergaul dengan akhlaqul karimah.
  17. Membersihkan hati dan tindakan dari akhlak yang jelek dan dilanjutkan dengan tindakan yang baik.
  18. Senantiasa bersemangat mengembangkan ilmunya.
  19. Memiliki pandangan plural, tidak membeda-bedakan nasab, dan usia dalam mengambil hikmah dari semua orang.
  20. Membiasakan diri menyusun dan merangkum pengetahuan.

Semoga bermanfaat.

About these ads

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: